<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>andrie&#187; andrie.ex-steris.com</title>
	<atom:link href="http://www.andrie.ex-steris.com/tag/hipotermia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andrie.ex-steris.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Mar 2010 03:32:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://www.andrie.ex-steris.com</link>
<url>http://1.1.1.3/bmi/www.andrie.ex-steris.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-31.ico</url>
<title>andrie</title>
</image>
		<item>
		<title>Catatan yang tertinggal di Ciremai</title>
		<link>http://www.andrie.ex-steris.com/2009/06/catatan-yang-tertinggal-di-ciremai/</link>
		<comments>http://www.andrie.ex-steris.com/2009/06/catatan-yang-tertinggal-di-ciremai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 07:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hipotermia]]></category>
		<category><![CDATA[pencinta alam]]></category>
		<category><![CDATA[pendakian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Ciremai 6 tahun yang lalu

Singkat cerita,  kami (Beny, Noel, dan gw)  sudah sampai Pos Pengasinan (2.860 m dpl) sekitar setengah jam lagi ke Puncak dan kami memutuskan untuk tidak ke Puncak saat itu karena hari sudah menunjukan pukul 18.00 wib.
Seperti biasa kami tidak membawa tenda (males amat seh bawa tenda! Tolong jangan ikuti kebiasaan kami) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;">Ciremai 6 tahun yang lalu</span><span style="text-decoration: underline;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita,  kami (Beny, Noel, dan gw)  sudah sampai Pos Pengasinan (2.860 m dpl) sekitar setengah jam lagi ke Puncak dan kami memutuskan untuk tidak ke Puncak saat itu karena hari sudah menunjukan pukul 18.00 wib.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasa kami tidak membawa tenda (males amat seh bawa tenda! Tolong jangan ikuti kebiasaan kami) dan hanya Sdr. Noel yang membawa sleeping bag. Dapat dipastikan malam itu menjadi malam yang sangat panjang dan dingin. Sementara Sdr. Noel dapat tertidur dengan pulas, hanya saya dan Sdr. Beny yang menggigil kedinginan. Saya pun terpaksa harus tidur berpelukan dengan Sdr. Beny untuk menghindari <a href="http://andrie.ex-steris.com/2009/01/hipotermia/">hipotermia</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 05 pagi, kami dikejutkan dengan kedatangan dua orang pendaki yang berteriak &#8211; teriak. Kami pun menyapa mereka&#8221;Bang mau ke puncak ya?, bareng ya!&#8221; Karena tidak ingin tidur lagi ditambah kami kurang tahu jalur mana yang dilewati menuju ke puncak, maka kami pun bergabung dengan mereka. Mereka mengaku dari Cirebon. Sampai di puncak hari masih gelap dan pendaki Cirebon tersebut membuat api unggun sambil membakar buah berduri seperti rambutan yang banyak kami temukan di sepanjang perjalanan tadi. Ternyata biji buah tersebut bisa dimakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 06.00, kami disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Perlahan mentari pagi muncul di hadapan kami dan dari atas puncak kami dapat melihat Laut Jawa. Tampak perahu &#8211; perahu yang sangat kecil bila dilihat dari atas sini. Puas menikmati pemandangan itu, kedua pendaki Cirebon mengusulkan untuk pergi ke kawah. Saya dan Beny menolak rencana tersebut mengingat saya belum sarapan dan dari semalam tidak bisa tidur karena dinginnya malam. Saya berdua dengan Beny pun kembali ke Pengasinan untuk menuntaskan rasa lapar dan lelah sedangkan Sdr. Noel ikut ke kawah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 10.00, Sdr. Noel belum kembali. Kami pun mencemaskan mereka bertiga karena sudah 3 jam mereka belum kembali. Akhirnya pukul 11.00, Sdr Noel kembali ke pengasinan sambil membawa botol air. Ketika saya tanya, dia mengatakan mengambil air tersebut di kawah, buat jaga &#8211; jaga kalo persediaan air kami habis.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Basecamp Linggarjati</span><br />
Kami sudah tiba di Basecamp Linggarjati saat sore. Saat di basecamp, Sdr. Noel menceritakan bahwa dia mengalami suatu kejadian pada waktu menuju ke kawah. Sewaktu dia akan menuruni sebuah jalan, dia melihat dua orang pendaki sedang duduk di sebuah batu. Kedua pendaki tersebut tidak memiliki ekspresi sama sekali. Dan ketika tiba giliran Noel yang akan turun, kedua pendaki tersebut sudah tidak ada. Hilang bagai ditelan Bumi. Maksud hati ingin meyapa &#8220;Bang, jalan dulu ya!&#8221; tetapi yang akan disapa sudah tidak ada. Ketika hal itu kami konfirmasi kepada petugas basecamp, memang benar kalau 3 hari yang lalu ada dua orang pendaki yang meninggal. hiii&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lagi serombongan pendaki yang menanyakan kepada tugas tsb di mana dia bisa mengambil air. Petugas tersebut menjelaskan bahwa tidak ada mata air lagi selama perjalanan. Jadi kalau mau ambil air, ambil sebanyak2nya di perkampungan penduduk. Sdr. Noel yang mendengar hal tersebut langsung berteriak, &#8220;ada Bang, ambil aja di kawah!&#8221;, Langsung saja petugas itu membantah, &#8220;jangan!! terlalu bahaya!&#8221; Gile loe, anak orang bisa mati denger saran lu&#8230;&#8221;<br />
Wakaka, dasar Noel gokil&#8230;</p>
<img src="http://www.andrie.ex-steris.com/?ak_action=api_record_view&id=480&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.andrie.ex-steris.com%2F2009%2F06%2Fcatatan-yang-tertinggal-di-ciremai%2F&amp;linkname=Catatan%20yang%20tertinggal%20di%20Ciremai"><img src="http://www.andrie.ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andrie.ex-steris.com/2009/06/catatan-yang-tertinggal-di-ciremai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hipotermia</title>
		<link>http://www.andrie.ex-steris.com/2009/01/hipotermia/</link>
		<comments>http://www.andrie.ex-steris.com/2009/01/hipotermia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 15:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[hipotermia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrie.ex-steris.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh.
Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh.</p>
<p align="justify">Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari dan kaki. Dalam kondisi yang parah mungkin korban menderita ganggren (kemuyuh) dan perlu diamputasi.</p>
<p align="justify">Udara dingin yang basah disertai angin yang bertiup kencang, seringkali dijumpai para pendaki ketika melakukan pendakian gunung. Tidak jarang badai dan hujan lebat menyertai hawa dingin. Malam yang cerah seringkali membuat udara semakin dingin dan berembun. Di puncak musim kemarau justru di sekitar puncak gunung seringkali muncul kristal-kristal es yang menempel pada daun-daunan dan bunga edelweis. Pakaian yang basah, kaos kaki yang basah semakin menambah dinginnya badan. Keadaan akan semakin parah bila pendaki tidak memperhatikan makanan sehingga tubuh tidak memperoleh ernergi untuk memanaskan badan. Dinginnya udara seringkali membuat perut kembung sehingga enggan untuk makan, kecuali memang kehabisan makanan. Gejala -gejala kedinginan biasanya Pendaki akan menggigil kedinginan, gigi gemeretakan, merasa sangat letih dan mengantuk yang sangat luar biasa. Selanjutnya pandangan mulai menjadi kabur, kesigapan mental dan fisik menjadi lamban.</p>
<p><span id="more-181"></span></p>
<p align="justify"> Gejala kedinginan yang lebih parah akan membuat gerakan tubuh menjadi tidak terkoordinasi, berjalan sempoyongan dan tersandung-sandung. Pikiran menjadi kacau, bingung, dan pembicaraannya mulai ngacau. Kulit tubuh terasa sangat dingin bila disentuh, nafas menjadi pendek dan lamban. Denyut nadi pun menjadi lamban, seringkali menjadi kram bahkan akhirnya pingsan. Untuk membantu penderita sebaiknya jangan cepat-cepat menghangatkan korban dengan botol berisikan air panas atau membaringkan di dekat api atau pemanas. Jangang menggosok-gosok tubuh penderita. Jika korban pingsan, baringkan dia dalam posisi miring. Periksa saluran pernafasan, pernafasan dan denyut nadi. Mulailah pernafasan buatan dari mulut dan menekan dada.</p>
<p align="justify;"> Pindahkan ke tempat kering yang teduh. Ganti pakaian basah dengan pakaian kering yang hangat, selimuti untuk mencegah kedinginan. Jika tersedia, gunakan bahan tahan angin, seperti alumunium foil atau plastik untuk perlindungan lebih lanjut.<br />
Panas tubuh dari orang lain juga bagus untuk diberikan, suruh seseorang melepas pakaian, dan berbagi pakai selimut dengan si korban. Jika penderita sadar, berikan minuman hangat jangan memberikan minuman alkohol. Segeralah cari bantuan medis.<br />
Seperti halnya terlalu kepanasan, anak muda dan orang tua merupakan sasaran paling banyak. Alasannya, tubuh kurang efisien dalam mengatur temperatur tubuh. Namun, orang dewasa yang fitpun, dapat kedinginan jika terlalu lama berada di air dingin, udara dingin atau di cuaca dingin tanpa pelindung. Selain itu minuman beralkohol dan narkotika juga mengurangi mekanisme pemanasan tubuh. Untuk menghadapi bahaya kedinginan bawalah beberapa lapis pakaian kering. Siapkan mantel hujan, jaket tebal, dan kantung tidur. Masukkan pakaian kedalam kantong plastik sebelum dimasukkan ke dalam tas. Gunakan cover pelindung air untuk membungkus tas. Bawalah bekal makanan yang cukup, ada baiknya membawa bekal lebih guna menghapi tertundanya perjalanan karena cuaca atau harus beristirahat karena sakit. Pelajari jalur yang akan ditempuh sebelum melakukan pendakian, hal ini bisa ditanyakan ke petugas pos penjagaan. Rencanakan dan pilih tempat yang akan digunakanan untuk beristirahat, berlindung, memasak, dan mendirikan tenda.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Pilihlah pendakian pada musim kemarau, karena pada musim penghujan curah hujannya tinggi sering ada badai dan tanah longsor, di musim kemaraupun di gunung sering turun hujan namun tidak sebanyak dan sesering di musim hujan. Musim kemarau yang cerah suhu di gunung sangat dingin sekali bisa minus dibawah nol, dibeberapa gunung misal gunung semeru sering muncul kristal-kristal es. Bila cuaca sangat buruk dan sudah tidak sanggup menghadapi udara yang semakin dingin sebaiknya tidak melanjutkan pendakian, karena bisa berakibat sangat fatal. Dalam menembus cuaca yang sangat dingin harus berusaha mengatasi rasa lapar, kelelahan dan mengantuk. Beristirahatlah sebentar saja bila terlalu lama badan justru akan semakin dingin dan semakin mengantuk, dengan berjalan badan biasanya menjadi hangat bahkan berkeringat. Termos kecil berisi kopi hangat sangat praktis untuk membantu mengatasi rasa dingin dan mengantuk. Sepatu bot dengan kaos kaki yang tebal dan kering sangat membantu. Sebaliknya sepatu basah, kaos kaki basah, dan sendal, dapat membuat kaki serasa beku.</p>
<p style="text-align: justify;">Beristirahat di antara hempasan angin dingin dan tebalnya kabut, justru semakin membuat badan menjadi menggigil, untuk itu carilah batu besar atau celah-celah batu untuk berlindung dari hempasan angin dingin. Bila ingin istirahat tunggulah sampai kabut menghilang, karena beristirahat di tengah kabut membuat pakaian basah dan berembun, sehingga semakin menyiksa badan. Kaos tangan, kerudung kepala, kaos kaki, jaket tebal bisa membantu mengatasi rasa dingin. Bila memungkinkan dan tidak membahayakan lingkungan bisa membuat api unggun untuk menghangatkan badan dan beristirahat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika hendak mendirikan tenda carilah tempat yang terlindung dari hempasan angin, dan usahakan tempat yang kering. Di tempat yang basah dan lembab embun dan kabut mudah terbentuk sehingga pakaian dan peralatan kita menjadi basah, berembun dan dingin.</p>
<p>Bila ingin minum obat minumlah pada waktu istirahat mau tidur jangan minum obat pada saat melakukan perjalanan sangat berbahaya. Beberapa jenis obat bisa membuat kita menjadi mengantuk atau tenggorokan kering.</p>
<p>Sumber : mapalacaravan</p>
<img src="http://www.andrie.ex-steris.com/?ak_action=api_record_view&id=181&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.andrie.ex-steris.com%2F2009%2F01%2Fhipotermia%2F&amp;linkname=Hipotermia"><img src="http://www.andrie.ex-steris.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andrie.ex-steris.com/2009/01/hipotermia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
